VIRGIN coconut oil (VCO) atau minyak kelapa murni yang diproduksi oleh I Nyoman Ariana berawal dari keinginannya untuk membuat obat alami buat sang istri yang tengah menderita maag kronis. Buah kerjanya kemudian dipasarkan yang ternyata memberikan penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Bermula dari istrinya yang mengidap maag kronis dan terancam mengonsumsi obat seumur hidup, Nyoman Ariana mencoba meracik VCO atau minyak kelapa murni di kediamannya di Jalan Siulan, Gang Lely 1, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar. VCO buatannya diproduksi menggunakan cara manual dibantu alat-alat rakitannya sendiri.
Ia mulai mencoba membuat VCO tahun 2011 silam. Itu setelah istrinya enam bulan bolak-balik ke dokter, namun penyakit maag kronis yang dideritanya belum ada perubahan. “Saya bingung, gaji habis untuk berobat, istri harus minum obat seumur hidup. Saya khawatir maag tidak sembuh malah ginjal yang rusak,” katanya ditemui di kediamannya, Kamis (24/3).
Melalui Google, Ariana mencoba mencari alternatif pengobatan lain untuk istrinya dan langsung menemukan VCO. Secara otodidak, ia mencoba membuat VCO dengan peralatan seadanya. Tiga hari berjalan, barulah ia menemukan resep VCO-nya sendiri. Setelah istrinya mengonsumsi VCO selama dua minggu, kondisinya semakin membaik. Istrinya mulai bisa berjalan, bahkan sebulan kemudian kondisinya sudah baik dan hamil. “Rasanya saya seperti dapat bonus, istri sembuh dan hamil. Padahal kehamilan untuk anak kedua sudah saya tunggu lima tahun,” ungkapnya.
Ia akhirnya rutin membuat VCO dan mulai memasarkannya secara serius tahun 2021. Hal ini dikarenakan dirinya benar-benar tak bekerja lagi, sehingga harus berjualan VCO untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahan untuk pembuatan VCO mulai dipersiapkan sehari sebelumnya. Dia menggunakan kearifan lokal yakni konsep VCO Surya Candra dengan teknologi fermentasi Usadha Bali.
Ariana menggunakan kurang lebih 55 butir kelapa untuk sekali pembuatan VCO. Mulanya kelapa dibelah, lalu diparut dan dibuat santan. Santan tersebut kemudian didiamkan selama satu jam untuk kemudian diambil bagian yang kental. Setelah itu santan kental dijemur dan keesokan harinya pukul 01.00 Wita dipanen. Dari 55 butir kelapa dirinya mendapat sekitar 4,5 liter hingga 6 liter VCO. Kelapa diperoleh dari Karangasem dan Badung.
VCO yang dibuatnya memiliki banyak khasiat dalam hal pengobatan dan kecantikan. Selain itu, bisa digunakan untuk menggoreng namun harganya lebih mahal. Harga jual VCO buatannya untuk ukuran 110 mililiter Rp30.000, 250 mililiter Rp65.000 dan 550 mililiter Rp125.000. VCO produksinya sudah dijual hampir ke seluruh Indonesia, dari Sumatera, Jakarta hingga Sulawesi. Per bulan dirinya meraup omzet Rp6 juta hingga Rp7 juta. Di masa pandemi Covid-19, penjualan VCO justru kian meningkat. “Saya juga jual ampas kelapa pembuatan VCO, arang dari batok kelapa dan kerajinan batok kelapa,” jelasnya. *wid
from "buat" - Google Berita https://ift.tt/aAgFO24
via IFTTT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar