/data/photo/2021/11/10/618ba4bdc7614.jpg)
JAKARTA, KOMPAS.com- Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, rakyat Indonesia tidak butuh aksi-aksi yang menimbulkan kehebohan dan terkesan mencari sensasi belaka.
Apalagi aksi itu tanpa ada perubahan secara signifikan dalam substansi kebijakan maupun kinerja.
Hal ini disampaikan Herzaky merespons teguran Presiden Joko Widodo kepada para menterinya terkait persoalan minyak goreng dan kenaikan harga Pertamax dalam sidang kabinet paripurna yang videonya ditayangkan ke publik.
Baca juga: Jokowi Tegur Menterinya karena Tak Jelaskan Kenaikan Pertamax, Sebut Tak Ada Empati
"Rakyat butuh minyak goreng dan bahan pokok tersedia, dengan harga terjangkau. Bahan bakar minyak tersedia dan harganya tidak melonjak. Kalau semprot sana-sini, tanpa ada perubahan dan solusi atas kesulitan yang dihadapi rakyat, ya, buat apa?" kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Kamis (7/4/2022).
Herzaky berpendapat, teguran yang diumbar ke publik justru mencerminkan Jokowi seolah menyalahkan para pembantunya atas ketidakmampuan pemerintah memastikan sembako dan BBM tersedia dengan harga terjangkau.
Padahal, Herzaky mengingatkan, Jokowi sendiri yang pernah menegaskan bahwa tidak ada visi dan misi menteri, yang ada hanya visi dan misi presiden.
"Semua kegagalan dan keberhasilan pemerintahan saat ini, adalah tanggung jawab presiden. Menteri hanya pelaksana, pembantu presiden," ujar dia.
Sebelumnya, Jokowi lagi-lagi memerintahkan menterinya untuk sensitif dan memiliki sense of crisis.
Sebab, naiknya harga sejumlah komoditas pokok beberapa waktu terakhir menyebabkan situasi masyarakat menjadi sulit.
Hal ini Jokowi sampaikan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama para menteri di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/4/2022).
from "buat" - Google Berita https://ift.tt/UaRcnNF
via IFTTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar