
KESATU.CO- Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda Data dan Informasi BMKG Kota Bandung, Yan F Permadhi mengatakan, kemarau basah berpengaruh bagi para petani di Ciwidey.
Selama musim kemarau basah atau kemarau dengan instensitas hujan yang tinggi membuat para petani di Ciwidey tak bisa memulai bercocok tanam.
Alhasil hal tersebut berdampak pada pasokan pangan di Ciwidey dan beberapa daerah lainnya yang pangannya dipasok dari para petani di Ciwidey.
“Musim kemarau basah berpengaruh pada proses bercocok tanam petani di Ciwidey. Beberapa petani jadi tidak bisa mulai menanam karena kondisinya terus hujan akhir-akhir ini,” ungkap dia dalam siaran pers diterima KESATU.CO di Bandung, Kamis, 21 Juli 2022.
Baca Juga: Musim Kemarau Basah dengan Suhu Super Dingin, Warga Bandung Diimbau Waspada Penyakit Musim Pancaroba
Selain berpengaruh terhadap para petani di Ciwidey, musim kemarau basah pun berdampak pada tingginya potensi bencana hidrometeorologi di Kota Bandung.
Bencana hidrometeorologi di Kota Bandung tersebut diantaranya, genangan air hingga banjir dan angin kencang yang masih tetap tinggi.
Bahkan setelah potensi bencana hidrometeorologi, musim kemarau basah pun membuat potensi kekeringan sampai berdampak pada kesulitan air bersih.
Baca Juga: Kota Bandung Waspada Bencana Hidrometeorologi Selama Musim Kemarau Basah
“Pada kemarau basah ini, warga harus waspada dengan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan angin kencang,” imbau dia.
from "buat" - Google Berita https://ift.tt/QNyzOXj
via IFTTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar