
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang nan terik itu, ada yang sedikit aneh di lapangan SDN Kaliwining 02, Rambipuji. Lima pelajar SDN Kaliwining 02 itu tampak berkumpul dan duduk bersila. Saat didekati, mereka sedang serius memantau kardus yang seukuran kotak sepatu.
BACA JUGA : Kecelakaan Melibatkan Truk dan Pikap, Nyungsep Jurang Sedalam Lima Meter
Kardus tersebut ternyata bukan kardus biasa. Pada bagian atasnya dilapisi aluminium foil dan terdapat alat pengukur suhu, yaitu termometer. Dengan seksama, mereka memperhatikan perubahan suhu dan dicatat di dalam buku.
Siapa sangka, kardus tersebut adalah oven sederhana yang dipakai untuk bahan pembelajaran diferensiasi. Cara tersebut membuat kegiatan belajar mengajar lebih menyenangkan dan tidak membuat siswa bosan. Kepala SDN Kaliwining 02 Yuli Feri Widyawati mengungkapkan, oven sederhana dari kardus dibuat tersebut untuk memberikan pemahaman materi bentuk energi dan perubahannya. “Bertepatan ketika pelajaran IPA dan materinya bentuk energi dan perubahan. Jadi, kami konsepkan untuk buat sesuatu yang anak-anak ini tidak hanya paham, tapi juga mengasyikkan,” terangnya.
Perempuan asal Ambulu itu menambahkan, pihaknya sengaja mengajak para siswanya untuk membuat oven sederhana dari tenaga surya. Yuli menjelaskan, sejak awal proses pembuatannya para siswa diberi kebebasan. Seperti halnya bebas ada yang menggunakan kotak ovennya dari kotak sepatu hingga kotak susu.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang nan terik itu, ada yang sedikit aneh di lapangan SDN Kaliwining 02, Rambipuji. Lima pelajar SDN Kaliwining 02 itu tampak berkumpul dan duduk bersila. Saat didekati, mereka sedang serius memantau kardus yang seukuran kotak sepatu.
BACA JUGA : Kecelakaan Melibatkan Truk dan Pikap, Nyungsep Jurang Sedalam Lima Meter
Kardus tersebut ternyata bukan kardus biasa. Pada bagian atasnya dilapisi aluminium foil dan terdapat alat pengukur suhu, yaitu termometer. Dengan seksama, mereka memperhatikan perubahan suhu dan dicatat di dalam buku.
Siapa sangka, kardus tersebut adalah oven sederhana yang dipakai untuk bahan pembelajaran diferensiasi. Cara tersebut membuat kegiatan belajar mengajar lebih menyenangkan dan tidak membuat siswa bosan. Kepala SDN Kaliwining 02 Yuli Feri Widyawati mengungkapkan, oven sederhana dari kardus dibuat tersebut untuk memberikan pemahaman materi bentuk energi dan perubahannya. “Bertepatan ketika pelajaran IPA dan materinya bentuk energi dan perubahan. Jadi, kami konsepkan untuk buat sesuatu yang anak-anak ini tidak hanya paham, tapi juga mengasyikkan,” terangnya.
Perempuan asal Ambulu itu menambahkan, pihaknya sengaja mengajak para siswanya untuk membuat oven sederhana dari tenaga surya. Yuli menjelaskan, sejak awal proses pembuatannya para siswa diberi kebebasan. Seperti halnya bebas ada yang menggunakan kotak ovennya dari kotak sepatu hingga kotak susu.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang nan terik itu, ada yang sedikit aneh di lapangan SDN Kaliwining 02, Rambipuji. Lima pelajar SDN Kaliwining 02 itu tampak berkumpul dan duduk bersila. Saat didekati, mereka sedang serius memantau kardus yang seukuran kotak sepatu.
BACA JUGA : Kecelakaan Melibatkan Truk dan Pikap, Nyungsep Jurang Sedalam Lima Meter
Kardus tersebut ternyata bukan kardus biasa. Pada bagian atasnya dilapisi aluminium foil dan terdapat alat pengukur suhu, yaitu termometer. Dengan seksama, mereka memperhatikan perubahan suhu dan dicatat di dalam buku.
Siapa sangka, kardus tersebut adalah oven sederhana yang dipakai untuk bahan pembelajaran diferensiasi. Cara tersebut membuat kegiatan belajar mengajar lebih menyenangkan dan tidak membuat siswa bosan. Kepala SDN Kaliwining 02 Yuli Feri Widyawati mengungkapkan, oven sederhana dari kardus dibuat tersebut untuk memberikan pemahaman materi bentuk energi dan perubahannya. “Bertepatan ketika pelajaran IPA dan materinya bentuk energi dan perubahan. Jadi, kami konsepkan untuk buat sesuatu yang anak-anak ini tidak hanya paham, tapi juga mengasyikkan,” terangnya.
Perempuan asal Ambulu itu menambahkan, pihaknya sengaja mengajak para siswanya untuk membuat oven sederhana dari tenaga surya. Yuli menjelaskan, sejak awal proses pembuatannya para siswa diberi kebebasan. Seperti halnya bebas ada yang menggunakan kotak ovennya dari kotak sepatu hingga kotak susu.
from "buat" - Google Berita https://ift.tt/cuigUIF
via IFTTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar