/data/photo/2022/10/19/634f6c78b2aac.jpg)
JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam menjalani kehidupan, masyarakat memiliki berbagai jenis pengeluaran. Salah satunya untuk kebutuhan rumah.
Mengingat pemenuhan pada sektor perumahan merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia. Mulai dari bangunan hingga fasilitas penunjangnya.
Dari sekian banyak kebutuhan rumah, tentu terdapat pengeluaran yang menelan dana lebih banyak dibandingkan lainnya.
Fenomena itu tersaji di dalam dokumen Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul Indikator Perumahan dan Kesehatan Lingkungan 2022.
Yakni berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2022 yang dilaksanakan di 34 provinsi dengan sampel 345.000 rumah tangga yang tersebar di 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Baca juga: Buat Bayar Listrik Rumah, Masyarakat Rerata Rogoh Rp 39.860 Sebulan
Di publikasi itu tercatat bahwa pengeluaran pada kelompok komoditas perumahan dan fasilitas rumah tangga memegang proporsi tertinggi dibandingkan dengan kelompok komoditas lainnya.
Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari seperempat pengeluaran dialokasikan untuk kebutuhan perumahan dan fasilitas rumah tangga.
Dari total pengeluaran per kapita penduduk, berikut rincian proporsi pengeluaran per kapita sebulan untuk kebutuhan rumah di perkotaan dan pedesaan:
- Sewa/kontrak rumah 0,75 persen;
- Pemeliharaan dan perbaikan ringan 0,69 persen;
- Listrik 3,00 persen;
- Air 0,47 persen;
- Bahan bakar 1,25 persen;
- Gas 0,95 persen;
- Kebutuhan lainnya untuk rumah 0,27 persen.
Berdasarkan rincian di atas, maka proporsi pengeluaran per kapita sebulan untuk kebutuhan rumah di perkotaan dan pedesaan bagi masyarakat ialah listrik.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.from "buat" - Google Berita https://ift.tt/yd3CjxE
via IFTTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar