Jakarta, CNBC Indonesia - World Bank (Bank Dunia) memperkirakan ekonomi Indonesia 2024 mendatang akan lebih lemah. Indonesia tidak akan lagi tumbuh di atas 5% seperti yang sebelumnya.
Berdasarkan laporan Bank Dunia yang dikutip CNBC Indonesia, Rabu (10/1/2024) pertumbuhan ekonomi akan turun menjadi 4,9%, lebih rendah dari perkiraan 2023 sebesar 5% dan realisasi 2022 5,3%.
Ada sederet faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Antara lain situasi global, di mana ekonomi dunia akan tumbuh melambat menjadi 2,4% dari 2,9% pada 2023.
Foto: Prospek Ekonomi Global - Bank Dunia. (Dok. Bank Dunia)Prospek Ekonomi Global - Bank Dunia. (Dok. Bank Dunia) |
Sederet risiko yang diungkapkan oleh Bank Dunia. Antara lain meningkatnya konflik yang baru-baru ini terjadi di Timur Tengah dan gangguan pasar komoditas terkait, tekanan keuangan di tengah meningkatnya utang dan tingginya biaya pinjaman, inflasi yang terus-menerus, aktivitas di China yang lebih lemah dari perkiraan, fragmentasi perdagangan dan perubahan iklim.
Komponen yang alami pelemahan terdalam adalah ekspor. Di mana dalam dua tahun terakhir Indonesia sangat terbantu dengan tingginya harga komoditas, seperti batu bara, nikel, bauksit, besi dan baja, tembaga dan lainnya.
Ramalan Bank Dunia ini juga lebih rendah dari asumsi pemerintah dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2024. Di mana Presiden Joko Widodo (Jokowi) mematok pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%
[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya
Urus Kemiskinan hingga Pandemi, Bank Dunia Siap Transformasi
(mij/mij)
from "buat" - Google Berita https://ift.tt/Bm0vXKr
via IFTTT
Foto: Prospek Ekonomi Global - Bank Dunia. (Dok. Bank Dunia)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar