
ZONAJAKARTA.com - Rusia dan Indonesia punya kedekatan secara militer lumayan akrab.
Rusia sampai saat ini masih menganggap Indonesia sebagai mitra penting paling menjanjikan di Asia Tenggara.
Sebelum adanya sanksi CAATSA, Indonesia ialah pelanggan tetap alutsista buatan Rusia.
Dari tank amfibi, senjata anti serangan udara, helikopter hingga jet tempur Indonesia impor dari Rusia.
Baca Juga: Indonesia Gagal Beli Su-35 Ekspor Senjata Rusia di Asia Tenggara Langsung Jeblok
Tetapi sesudah CAATSA diberlakukan, Indonesia terlalu khawatir kerja samanya dengan AS terganggu lantaran membeli senjata Rusia.
Dari awalnya berniat membeli Su-35 kemudian berganti menjadi Rafale.
Rafale menjadi pengganti Su-35 karena sebelumnya Indonesia dikejar-kejar oleh AS untuk membatalkannya.
Di sini Prancis yang ketiban untung karena ia yang mendapatkan cuan dari dilarangnya Su-35.
Indonesia membeli jet tempur dari Prancis sebetulnya bukan barang baru.
Pembelian jet tempur dari Prancis hampir goal saat Indonesia berniat mendatangkan Mirage 2000 pada tahun 1989.
Tetapi rencana ini gagal karena pemerintah Indonesia mendadak belok arah di detik-detik terakhir keputusan sehingga mengakuisisi F-16 buatan AS.
Memang sebelum diperkuat jet tempur Prancis, Indonesia mengandalkan alutsista matra udaranya dari tiga negara yakni AS, Inggris dan Rusia.
Rusia lah yang pertama kali menyuplai Indonesia dengan jet tempur supersonik MiG-17 dan MiG-21.
from "buat" - Google Berita https://ift.tt/6KmJG2Y
via IFTTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar